Selasa, 23 Februari 2010

Command and Request

Command and Request

Command adalah perintah sedangkan request adalah permintaan.
Untuk memerintah atau melakukan permintaan kita pasti akan membuat kata kata menjadi kalimat yang diesebut command and request.

Contoh:

Come here! Artinya marilah ke sini!
Try to speak English! Artinya cobalah berbicara bahasa Inggris!
Study diligently! Artinya belajarlah dengan rajin!
Apabila kalimatnya bukan kata kerja (verb), maka pakailah be di depan kalimat karena be itu adalah verb. Tapi be ini tidak ada artinya/terjemahannya.

Contoh :

Be good to her! Artinya baik-baiklah kepadanya!
Be diligent! Artinya Rajin-rajinlah!
Be careful! Artinya hati-hatilah!
Prohibition
Do not boleh dipendekkan jadi don’t yang artinya  jangan  kalau dileatkkan di depan kalimat.

Misalnya:

Do not come here! Artinya jangan datang kemari!
Don’t look at it! Artinya jangan lihat itu!
Don’t forget your lesson! Artinya jangan lupakan pelajaranmu itu!
Do not go there! Artinya jangan pergi ke sana!

Jadi jangan pake “good” saja atau “good good“. Karena kalimat Command and Request ini tidak ada “verb“-nya, maka “be“-lah yang menjadi wakil “verb“.
Akan tetapi kalau sesudah be itu ada kata benda atau nama orang maka arti be itu adalah jadi/menjadi, misalnya:

Be a teacher! = Jadilah guru!
Be a president! = Jadilah presiden!
Don’t be a corruptor! = Jangan jadi koruptor!
Don’t be a traitor = Jangan jadi pengkhianat!
Be an honest man = Jadi orang jujurlah!

Contoh:

Don’t be lazy! = Jangan malas!
Don’t be stupid! = Jangan bodoh!
Don’t be careless = Jangan lalai!
Don’t be ashamed = Jangan malu!
Sumber: www.google.com


http://community.gunadarhttp://gurudanpelajar.blogspot.com/2008/08/command-request-and-prohibition.htmlma.ac.id/user/blogs/view/name_georgejohnfredrik/id_10332/title_command-and-request/

Selasa, 16 Februari 2010

ADJECTIVE CLAUSE

ADJECTIVE CLAUSE

Adjective Clause adalah clausa yang fungsinya menerangkan kata benda.
Pengertian Adjective Clause di bagi menjadi 2 yaitu
1. Adjective adalah Part of word clause that modifies noun
2. Clause adalah kombinasi dari subjek dan predikat tetapi tidak dapat berfungsi.
Adjective clause dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Important (defining) adjective clause, yaitu adjective clause yang merupakan
informasi penting bagi antecedent.
2. Unimportant (undefining) adjective clause, yaitu adjective clause yang
merupakan informasi yang tidak penting bagi antece
Clause ini digunakan untuk memberi keterangan, identitas, dan informasi lain kepada katabenda (Antecedent). Dalam struktur Adjective Clause ditandai dengan Relative Pronoun, yaitu: who, whom, whose, which.
Who
digunakan untuk orang dalam posisi subjek (human as subject).
Whom
digunakan untuk orang dalam posisi objek (human as object).
Which
digunakan untuk benda, baik dalam posisi subjek atau objek (non-human as subject/objek)
Whose
digunakan untuk kepemilikan

Contoh dari Adjective Clause :
1. Who
The student who doesn’t study seriously will not pass.
2. Whom
The girl whom I introduce to you last week is my student
3. Which
The building is new. + He works in the building. =
The building where he works is new.
The same meaning can be expressed in other ways:
The building in which he works is new.
The building which he works in is new.
The building that he works in is new.
The building he works in is new.
4. Whose
The man is happy. + I found the man’s wallet. =
The man whose wallet I found is happy.
The girl is excited. + Her mother won the lottery. =
The girl whose mother won the lottery is excited.

Referensi :
1. http://faculty.deanza.edu/flemingjohn/stories/storyReader$20
2. http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-pendamping/Praweda/Inggris/0570%20Ing%2013b.htm

Rabu, 06 Januari 2010

Tugas IBD

01 Istilah lain pengetahuan budaya adalah :
A The Humanities

02 IBD dikembangan di Indonesia sebagai pengganti istilah :
C Basic Humanities

03 Tujuan IBD adalah :
D mengembangan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikirannya serta kemampuan kritikalnya terhadap masalah-masalah budaya sehingga daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya manusia dapat menjadi lebih manusiawia

04 Dengan menpelajari IBD para mahasiswa diharapkan dapat menemukan :
D berbagai sikap, nilai harga diri dan sikap kemanusiaan yang sangat bermanfaat untuk memperdalam dan memperluas persepsi, tangggapan, wawasan dan penalaran sehingga mampu memperluas budi pekertinya dan tanggap terhadap masalah-mmasalah budaya sekitarnya.

05 IBD adalah :
C pengethuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertiann umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya

06 Masalah budaya dalam kajian IBD adalah :
B masalah-masalah perubahan system nilai budaya

07 Masalah kemanusiaan dalam kajian IBD adalah :
C maslah mengenai akibat negativ dari perubahan system nilai budaya

08 IBD dapat digolongkan dalam ilmu pengetahuan :
B budaya (The Humanities)

09 Daya rasa (perasaan) didalam diri manusia itu ada dua macam yaitu :
D perasaan indrawi dan perasaan rokhani

10 Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia seperti di bawah ini kecuali :
D perasaan takut

11 Apabila seseorang memiliki kelebihan pada dirinya ia merasa tinggi, angkuh adan sombong, sebaliknya apabila ada kekurangan pada dirinya ia merasa rendah diri. Hal ini berkaitan dengan perasaan luhur yang terdapat pada manusia yaitu :
C perasaan diri

12 Seseorang merasa senang atau puas apabiladapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu. Hal ini berkaitan dengan perasaan luhur yang terdapat pada manusia yaitu :
D perasaan intelektual

13 Orang yang lebih dikendalikan oleh id nya dibandingkan super egonya adalah :
C orang yang senang penyimpangan nilai-nilai masyarakat
14 Yang disebut dengan kpribadian eksekutif adalah :
B ego

15 Manusia disebut mahluk ekologi karena :
C manusia mempunyai sifat alamiah tunduk pada hukum alam pula

16 Menurut Selo Soemarjan kebudayaan adalah :
A semua hasil karya, rasa, dan karsa

17 Yang termasuk culture determinism adalah :
A kota pariwisata adalah Bali, Jakarta, Bandung

18 Kebudayaan sebagai super organik, maksudnya :
C kebudayaan turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus

19 Wujud kebudayaan adalah :
B kompleks gagasan, kompleks aktifitas, dan wujud sebagai benda

20 Kompleks aktifitas dari sistem religi adalah :
A upacara-upacara keagamaan

21 Kompleks aktifitas dari sistem ekonomi adalah :
C kegiatan jual-beli

22 Wujud sebagai benda dari sistem kesenian adalah :
B barang-barang hasil seni seperti ukiran, lukisan dsb

23 Unsur kebudayaan besar (culture universal) dapat dijabarkan menjadi bagian yang lebih kecil, yaitu bagian yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagii disebut :
C item

24 Bila kebudayaan asli cukup kuat, pengaruh kebudayaan luar lemah maka......
A kebudayaan asli tetap bertahan

25 Konsekwensi Indonesia yang terletak pada posisi silang terhadap kebudayaan adalah :
C memperoleh pengaruh luar yang besar

26 Keseniaan adalah hasil manusia sebagai :
B homo aesteticus

27 Percampuaran antara dua kebudayaan attau lebih tetapi unsur-unsur kebudayaan yang tercampurkan masih nampak ini disebut :
B akutulturasi

28 Dibawah ini adalah macam-macam norma, kecuali :
D hukum (volkways)

29 Secara umum sifat kebudayaan adalah :
B dinamis

30 Kebudayaan akan cenderung berubah lebih cepat apabila :
A lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup berada dimasyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan kebudayaan lain

31 Unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh suatu masyarakat adalah :
A unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi

32 Peranan sastra dalam perkuliahan IBD adalah
C sastra digunakan sebagai alat sekaligus sumber belajar untuk mebahas masalah-masalah kemanusiaan agar mahasiswa menjadi lebih humanis

33 Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat satra adalah sebagai berikut, kecuali :
D sastra memberikan keinsyafan individu

34 Novel yang berlatar belakang perjuangan mengungkapan jiwa-jiwa kepahlawanan, impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi terdahulu yang seharusnya dapat dihayati oleh generasi kini, maka novel-novel tsb memberikan kepada pembacanya :
B warisan kultur

35 Cinta tingkat tertinggi adalah :
A cinta kepada Tuhan, Rosululloh dan jihad dijalan Allah

36 Pada hakekatnya orang bersembayang itu :
D A, B dan C betul semua

37 Orang mempunyai belas kasih terhadap sesama atas dasar :
B penderitaan yang dialami

38 Hikmah cinta adalah seperti dibawah ini, keculai :
D kesempatan emas buat pemuda-pemudi untuk memadu cinta

39 Kemampuan negativ bagi seniman mempu menciptakan keindahan adalah seperti dibawah ini, kecuali :
D merasa puas dengan hasil karya

40 Dibawah ini termasuk nilai ektrinsik, kecuali :
D dipakai buat menutup aurat, melindungi dari rasa panas dan dingin

41 Teori subyektif pada keindahan mengatakan :
A ciri-ciri yang menyatakan keindahan itu tidak ada, yang ada hanhya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati saja

42 Unsur pertentangan yang mengandung pengerttian serasi adalah :
D dosennhya menerangkan, mahasiswanya mendengarkan sehingga tercipta suasana yang serasi dikelas itu

43 Alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan adalah seperti tersebut dibawah ini, kecuali :
D karena untuk menghibur dirinya bagi para seniman agar hidupnya tidak jenuh

44 Phobia adalah merupakan sakit :
B psikis

45 Claustrophobia adalah :
A rasa takut terhadap ruangan tertutup

46 Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental adalah seperti tersebut dibawah ini,, kecuali :
D cara mengatur pola makan yang salah

47 Kekalutan mental bisa mendorong seseorang kearah positif yaitu seperti :
A busaha agar tetap survive dalam hidupnya seperti dengan melakukan solat tahajud

48 Agresi adalah bentuk-bentuk frustasi yang ditandai dengan :
A berupa kemarahan yang meluap—luap akibat emosi yang tidak terkendali

49 Pada jaman tehnologi modern aekarang ini berita penderitaan cepat tersebar kepenjuru dunia, hal ini.......
A menguntungkan karena dapat menyentuh hati pembaca atau pendengarnya

Sabtu, 31 Oktober 2009

Senjata tradisional


Senjata tradisional

Golok adalah senjata tradisional di Banten

Budaya dan Nilai-nilai Adat

Mayoritas penduduk Provinsi Banten memiliki semangat religius ke-Islaman yang kuat dengan tingkat toleransi yang tinggi, Sebagian besar anggota masyarakat memeluk agama Islam, tetapi pemeluk agama lain dapat hidup berdampingan dengan damai.

Potensi dan kekhasan budaya masyarakat Banten, antara lain seni bela diri pencak silat, debus, rudad, umbruk, tari saman, tari topeng, tari cokek, dog-dog, palingtung dan lojor. Disamping itu juga terdapat peninggalan warisan leluhur antara lain Masjid Agung Banten Lama, Makam Keramat Panjang, dan masih banyak peninggalan lainnya.

Di Provinsi Banten terdapat suku masyarakat Baduy. Suku Baduy merupakan suku asli Sunda Banten yang masih terjaga tradisi anti modernisasi, baik cara berpakaian maupun pola hidup lainnya. Suku Baduy-Rawayan tinggal dikawasan Cagar Budaya Pegunungan Kendeng seluas 5.101,85 Ha di daerah Kenekes, kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Perkampungan masyarakat Baduy umumnya terletak di daerah aliran sungai Ciujung di pegunungan Kendeng. Daerah ini dikenal sebagai wilayah tanah titipan dari nenek moyang, yang harus dipelihara dan dijaga baik-baik, tidak boleh dirusak, tidak boleh diakui sebagai hak milik penellitiannya.

Pernikahan Adat Banten Kebesaran

Pernikahan Adat Banten Kebesaran

" Indonesia memang kaya akan kebudayaan dan adat istiadatnya yang kental melingkupi kita. Bisa dibilang sebagai orang Indonesia asli, budaya dan adat istiadat, baik yang diturunkan oleh orang tua atau yang kita terapkan dari lingkungan akan selalu digunakan seiring berjalannya kehidupan kita.

Sebagai bukti, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan acara ‘Tujuh Bulanan’ yaitu prosesi untuk mendoakan si jabang bayi dan ibunya agar selalu sehat. Ada lagi prosesi adat ketika lahir, cukur rambut. Dan ketika dewasa ada prosesi adat pernikahan bahkan sampai meninggal pun prosesi adat kerap kita jumpai.
Hebatnya lagi, tiap daerah di Indonesia memiliki prosesi atau adat istiadat yang berbeda-beda walaupun wilayahnya berdekatan, seperti Prosesi Adat Pernikahan Banten, propinsi yang diapit oleh Jakarta dan Jawa Barat ini memiliki nuansa budaya tersendiri dalam melangsungkan pernikahan.

Banten memiliki 3 adat pernikahan yaitu, Banten Kebesaran, Banten Lestari dan Banten Gaya Tangerang. Kesemuanya memiliki ke-khasannya masing-masing, tapi untuk kali ini yang akan diulas adalah Prosesi Adat Pernikahan Banten Kebesaran.

Dalam prosesi ini, orang tua kedua calon mempelai menjunjung tinggi norma-norma agama, dalam hal ini agama Islam. Untuk menjaga diri dari pergaulan yang tak pantas, pihak perempuan tidak lazim berdekatan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Maka peranan orang tua sangatlah dibutuhkan untuk menjembatani keinginan putra-putri mereka.
Untuk itu di Banten dikenal dengan istilah Nakeni, adat asli Banten, dimana pihak keluarga perempuan mendahului datang ke tempat orang tua laki-laki, yang dianggap pantas untuk menjadi calon menantunya, untuk mempertanyakan, apakah anak laki-lakinya sudah mempunyai calon istri atau belum. Tapi pada perkembangan saat ini, adat Nakeni di Banten dijadikan suatu upaya untuk mempersatukan keduanya dalam ikatan pernikahan, sehingga terhindar dari hal-hal yang melanggar norma agama.

Tahapan selanjutnya adalah Mastetaken, istilah yang digunakan untuk mematangkan rencana yang telah disampaikan pada upacara Nakeni. Wakil orang tua calon pengantin laki-laki berkunjung pada calon pengantin perempuan, untuk melamar dan menentukan hari baik untuk pernikahan. Pada kesempatan ini, dibawakan seserahan yang biasanya berupa seperangkat pakaian perempuan.

Pada hari yang telah ditentukan, mempelai laki-laki melaksanakan Akad Nikah. Namun sebelumnya ada upacara Mapag Pengantin atau upacara kedatangan calon pengantin laki-laki beserta keluarganya. Pada prosesi ini pengatin disambut dengan tarian penyambutan khas daerah Banten. Dalam Prosesi Akad Nikah, pengantin perempuan tidak disandingkan dengan pengantin laki-laki. Setelah selesai pelaksanaan Akad Nikah barulah keduanya duduk bersanding. Setelah mendapatkan doa restu dari seluruh keluarga dan handai taulan, pengatin laki-laki pulang ke rumahnya untuk mengikuti acara adat yang akan berlangsung pada malam harinya. Sedangkan pengantin perempuan dan keluarganya tetap di rumah untuk mempersiapkan upacra Mapag Jawadah.
Masih dihari yang sama, pada malam harinya diadakan prosesi adat Mapag Jawadah (Juadah). Prosesi ini merupakan penjemputan jawadah atau makanan kecil berbagai jenis seperti kue lapis, pisang setandan, tebu wulung, tumpeng kecil dari beras ketan dan sebagainya dari rumah keluarga pengatin laki-laki. Pengatin perempuan bersama keluarganya meyambangi ke kediamam pengantin laki-laki untuk selajutnya membawa jawadah. Selama Mapag Jawadah, sepanjang perjalanan sambil ber-shalawat.

Kedua penagatin selajutnya diarak menuju ke rumah pengatin perempuan yang didampingi keluarga kedua belah pihak serta membawa Jawadah. Sambil diringi lantunan Marhaban, kedua pengantin juga bermaksud diperkenalkan dengan masyarakat sekitar.

Setelah tiba di kediaman pengantin perempuan dilanjutkan dengan Yalil (buka pintu). Disini pengatin perempuan dibawa masuk kedalam rumah sedangkan pengatin laki-laki menunggu di depan pintu yang diberi tirai. Pelaksanaan Buka Pintu dilakuakan oleh rombongan Fakih, yang lazim disebut Yalil. Di dalam Yalil tersebut berisi nasehat-nasehat yang diselingi dengan kata-kata menggoda pengantin.

Prosesi selanjutnya adalah Ngeroncong (Nyembah). Kedua mempelai duduk dipelaminan, di depannya ada wadah seperti baskom kecil untuk menampung uang. Keluarga dan handai taulan bergatian melemparkan atau memberi uang receh sebagai simbol pemberian bekal untuk memulai hidup baru. Selanjutnya melakukan prosesi Ngedulagi, denga maksud menyatukan kedua pengantin.

Yang terakhir merupakan acara arak-arakan atau Ngarak Pengantin, dengan dimeriahkan oleh tabuhan musik rebana dan lantunan doa-doa dan pujian kehadirat Ilahi. Pengantin pun berjalan berkeliling menyalami tamu undangan dan masyarakat sekitar.

Dalam adat Banten Kebesaran pakai pernikahan untuk kedua pengantin, menggunakan bahan bludru, umumnya berwana hijau, bisa juga hitam dengan dihiasi motif emas . Hiasan kepala pengantin laki-laki disebut Makutaraja sedangkan yang perempuan Makuta. dan pengantin laki-laki membawa tombak pendek, bukan keris lazimnya masyrakat pulau Jawa.
Walaupun pernah menjadi bagian dari Propinsi Jawa Barat, namun Banten mempunyai bahasa sendiri yaitu pencampuran dari bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Selain itu prosesi adat di Banten tidak bisa lepas dari pengaruh ajaran Islam, hal ini dikarenakan Banten pernah menjadi kerajaan Islam tertua di Nusantara.

Jumat, 30 Oktober 2009

BUDAYA JAWA

Budaya Jawa pranataning uripe wong Jawa nuju kasampuraning jalma manungsa. Pranatan iki tegese pangerten lan cara. Pangerten bab urip nuduhake sapa sejatinging manungsa iku, jejer lan kewajibane. Dene cara nuduhake pakeming tumindak ing purwa, madya lan wusana ning kahanan. Uripe wong Jawa tansah njaga larasing swasana. Dadi kabeh perangane urip kaya ta pribadine dhewe, liyan, alam lan apa wae sing ana sakliyane dheweke kudu isa nampa lan nyengkuyung budine sing nuju marang kasampurnaning urip.

Sejarah Budaya Jawa
Budaya utawa kabudayan Jawa iku salah siji kabudayan sing wis mapan, amarga wis suwe banget anane. Budaya Jawa ora madeg dhewe. Animisme, Dinamisme miwiti ananing Budaya Jawa. Hindhu, Budha, Nasrani lan Islam ya akeh banget pasumbange marang Budaya Jawa. Budaya Jawa wiwit mula bukane gampang nampa lumebune bab-bab anyar saka njaba angger ora sisip sembir karo pokok ugerane. Budaya Jawa urip bebarengan karo Agama lan Kapitadosan sing ana. Wataking Budaya Jawa sing tansah nggoleki larase swasana gampang nampa ananing budaya liya.

Sub Sejarah
Jawa Wetanan

Kanggo tulisan sabanjuré, pirsani Budaya Jawa Wetan

Sub budaya Jawa Wetanan iku sing umume ana ing provinsi Jawa Wetan. Sub budaya iki sebageyan dipengaruhi budaya Madura lan sebageyan maneh esih nganut budaya Jawa kuna misale sing dianut suku Tengger.
Jawa Tengahan

Kanggo tulisan sabanjuré, pirsani Budaya Jawa Tengah

Sub budaya Jawa Tengahan iku ana ing sisih wetan provinsi Jawa Tengah lan sisih kulon Jawa Wetan. Umume dipengaruhi budaya sing urip neng kratonan.
Jawa Banyumasan

Kanggo tulisan sabanjuré, pirsani Budaya Banyumasan

Sub budaya Jawa Banyumasan iku ana ing sisih kulon provinsi Jawa Tengah. Sub budaya iki luwih sederhana lan nganut nilai-nilai egaliter, cablaka lan baworan.